Menyimak Laporan Secara Lisan

Menyimak Laporan Secara Lisan

Masterpendidikan.com – Menyimak Laporan Secara Lisan – Dalam menyampaikan laporan secara lisan, bahasa yang digunakan hendaknya merupakan bahasa yang baik, benar, sesuai dengan konteks (situasi), sederhana, dan mudah dipahami. Laporan secara lisan hanya menyampaikan hal-hal yang dianggap penting dan pokok. Laporan yang baik akan membantu pembaca membayangkan kejadian yang diceritakan tersebut. Supaya laporan dapat disusun secara runtut, perlu ditulis pokok-pokok laporannya. Contoh pokok-pokok laporan sebagai berikut.

Menyimak Laporan Secara Lisan

Hal-hal yang harus anda perhatikan saat menyimak laporan secara lisan.

  1. Jenis kegiatan.
  2. Tujuan kegiatan.
  3. Persiapan sebelum pelaksanaan.
  4. Pelaksanaan.
  5. Akhir pelaksanaan.
  6. Anggaran.
  7. Kesan-kesan setelah pelaksanaan.

Berdasarkan laporan tertulis, kamu dapat menyampaikan laporan tersebut secara lisan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikar laporan secara lisan sebagai berikut:

  1. Memahami benar isi laporan secara lituh, lengkap, dan rinci sebelum menyampaikannya.
  2. Menyampaikan laporan secara runtut atau kronologis.
  3. Menjelaskan isi laporan berkaitan dehgan pokok- pokok penting atau inti dari laporan secara terinci dan jelas.
  4. Menggunakan bahasa yang komunikatif, efektif, dan lugas.
  5. Menggunakan lafal atau artikulasi yang jelas serta intonasi yang tepat.

Saat kita berbicara di depan kelas, ada beberapa hal vang perlu diperhatikan, antara lain ekspresi fisik yang meliputi sikap dan mimik (gerak-gerik wajah); ekspresi ucapan berupa pelatalan kata yang tepat; ekspresi lagu mencakup tinggi rendahnya kalimat yang disampaikan, cepat lambat suara, dan benar, bukan bahasa percakapan.

Contoh Laporan

Laporan Perjalanan ke Taman Laut Bunaken

Mengisi kegiatan liburan semesteran kemarin, saya berwisata ke Taman Laut Bunaken. Objek wisata maritim iei terletak di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa. Dari Kota Manado, jarakRya sekitar 7km, tepatnya terletak di Teluk Manatio, bagian barat Sulawesi Utara, Hanya ada satu cara untuk mehikmati taman laut imi, yakni dengan menyelam.

Bersama rombongan empat bus, pagi itu kami tiba di lokasi Tagman Laut Bunaken. Semua kepenatan perjalanan hilang begitu kami tiba di lokasi. Taman Laat Bunaken ini sangat unik. Beribu-ribu jenis ikan dengan wama-warni yang indah hidup disekitar Pulau Bunaken. Warma hijau berbagai tumbuhan laut dan birunya air lautberbaur membentuk panorama yang mengasyikkan. Hal yang paling mengasyikkan dan istimewa adalah kekayaan fauna invertebrate pada terumbu karang dengan tebing yang terjal sesta gua- gus besar dan keail berliku-liku tertutup oleh spons warna-warni.

Pulau Bunaken diketilingi oleh batu-batu koral yang sutit dicari di tempat lain. Di beberapa tempat mempunyai retung datam, kadang-kadang membentuk lekukan tetjal yang panjangnya mencapai lebih dari 30 meter. Udara di sekitar objek wisata sangat séjuk. Kami betul-betul menikmati keindahan itu. Air lautnya yang jernih, mempunyai kedalaman antara 600-1.000m. Jika sinar matahari terik, bayangan warna-warni tumbuhan laut seperti sebuah lukisan. Sapuan warnanya tampak berubah-ubah, Di dekat permukaan air, warna- warni pelangi membias ke permukaan, sedangkan di tempat yang lebih dalam didominasi warna gelap. Di bawah laut itu terdapat banyak gua.

Kami menyewa perahu motor serta alat-alat menyelam milik Nusantara Diving Club, sebuah klub pemandu wisata Laut Manado, untuk menikmati panorama bawah laut. Lokasi ini ditempuh selama 45 menit dengan speedboat atau perahu motor dari Pelabuhan Manado. Kami sempat berbincang-bincang dengan pengurus atau pengelola di Bunaken bahwa Taman Laut Bunaken perlu dilindungi. Kekayaan Taman Laut Bunaken menjadi daya pikat yang kuat. Karang dan ikan hias yang jenisnya ribuan menimbulkan godaan besar untuk mengambilnya, Jika dijual, harganya cukup menggiurkan. Di Bunaken juga terdapat beberapa jenis satwa yang tergolong langka, di antaranya kima. Kima adalah kerang terbesar di dunia, panjangnya sekitar 1 meter. Selain itu, ada juga jenis dugong atau ikan duyung.

Ternyata, Bunaken berkembang menjadi daerah wisata yang potensial. Wisatawan yang berkunjung biasanya wisatawan asing. Mereka tidak semata-mata berpiknik atau menyelam, banyak di antaranya berpro- fesi sebagai ahli biologi laut atau ahli biologi perikanan. Mereka banyak menyumbangkan ide untuk mengem- bangkan Taman Laut Bunaken. Akhirmya, setelah seha- rian berada di lokasi Bunaken, kami kembali ke pengi- napan dengan hati puas. Laporan Perjalanan ke Taman.

BACA JUGA :   Contoh dan Cara Membuat Proposal Usaha Makanan

You May Also Like

About the Author: admin