Efek Buruk Kabut Asap Bagi Kesehatan yang Harus Diwaspadai

Efek Buruk Kabut Asap Bagi Kesehatan yang Harus Diwaspadai

Masterpendidikan.com – Kabut asap yang muncul karena kebakaran hutan, seringkali memberikan dampak buruk. Tidak hanya pandangan mata yang terbatas sehingga perlu kewaspadaan tinggi saat berkendara di jalanan, kabut asap juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karenanya, air purifier diperlukan setidaknya untuk meredakan dampak tersebut ketika Anda sudah sampai di rumah.

Ya, kabut asap yang terjadi secara langsung akan memberikan dampak pada gangguan pernapasan. Bahkan, untuk seseorang yang memiliki riwayat asma, gangguan kabut asap ini akan membuat gejala asma kembali kambuh. Seseorang dengan gangguan jantung pun memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung karena asap yang meningkatkan rate detak jantung.

Hanya saja, perlu disadari bahwa masalah kabut asap tidak hanya terjadi karena kebakaran hutan saja. Polusi dari asap pabrik atau asap yang berasal dari kendaraan bermotor juga bisa menyebabkan masalah yang cukup serius.

Asap yang keluar tersebut memiliki kandungan gas berbahaya mulai dari karbon monoksida, sulfur oksida, ozon dan lainnya. Oleh karenanya, Anda perlu melakukan pencegahan yang optimal agar efek buruk dikarenakan kabut asap tersebut tidak akan terjadi.

Dampak Buruk Kabut Asap Bagi Kesehatan

Sebagaimana disinggung di awal bahwa kabut asap memiliki dampak buruk bagi kesehatan yang sebaiknya diwaspadai. Berikut ini ada beberapa efek buruk kabut asap agar nantinya Anda bisa melakukan penanganan dan pencegahan yang lebih baik.

1. Peningkatan risiko gangguan paru

Salah satu dampak buruk dari kabut asap yang bisa langsung terasa adalah adanya peningkatan pada risiko gangguan paru. Hal ini dikarenakan kabut asap dengan beragam zat buruk yang ada di dalamnya akan masuk ke dalam paru dan mengganggu kinerja paru.

Tidak hanya itu, jika paru terlalu banyak kemasukan kabut asap, maka akan terjadi peradangan. Dampak buruk ini akan lebih besar terutama untuk seseorang yang pada dasarnya memiliki masalah pada paru mereka.

BACA JUGA :   6 Fungsi Hati Manusia

2. Risiko batuk serta iritasi tenggorokan

Anda tentu sering bukan tiba-tiba batuk karena kabut asap? Nah, dampak buruk lain dari kabut asap bagi kesehatan adalah meningkatnya risiko batuk serta iritasi tenggorokan yang terjadi. Kedua hal ini adalah dampak jangka pendek dari kabut asap.

Umumnya, seseorang yang terpapar kabut asap akan langsung merasakan dampak buruk ini. Tidak hanya itu, batuk yang menjalar bisa bertahan beberapa jam.

Nah, seseorang yang mengidap masalah paru, bisa mengalami masalah ini dalam jangka yang lebih panjang. Bahkan, jika kabut asap terlalu banyak tertelan, akan terjadi masalah iritasi pada tenggorokan yang tidak bisa dianggap remeh.

3. Peningkatan risiko gangguan jantung

Seperti yang dibahas di awal bahwa ada peningkatan risiko gangguan jantung yang muncul dikarenakan kabut asap yang menjalar. Penelitian menyebutkan bahwa dalam jangka waktu yang terlalu pendek, kabut asap yang tertelan dan masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan masalah seperti stroke serta hipertensi.

Selain itu, pada jangka panjang, ada peningkatan risiko jantung koroner yang mengintai seseorang. Bahkan, jika masalah ini tidak langsung diatasi dan seseorang tersebut mendapatkan paparan kabut asap yang lebih banyak, maka akan ada penumpukan plaque di bagian pembuluh darah.

Beberapa hal di atas disebabkan karena partikel berbahaya yang ada di dalam kabut asap. Oleh karenanya, seseorang yang memiliki riwayat gangguan jantung harus lebih waspada terkait paparan kabut asap tersebut.

4. Menyebabkan iritasi pada mata

Dampak buruk lain yang terjadi karena kabut asap yang menjalar adalah munculnya iritasi di bagian mata. Dampak buruk ini terjadi karena adanya zat yang bisa menyebabkan iritasi serta debu yang ada di dalam kabut asap tersebut.

BACA JUGA :   Jenis-Jenis Otot Dan Karakteristiknya

Iritasi pada mata bisa langsung terjadi ketika seseorang terpapar. Dampak yang langsung terasa adalah mata yang terasa perih dan biasanya diikuti dengan mata yang memerah. Oleh karenanya, mengenakan kacamata ketika bepergian bisa menjadi solusi selain penggunaan obat tetes mata untuk penanganan masalah.

5. Peningkatan risiko kanker paru

Tidak hanya peningkatan masalah pada jantung hingga ancaman jantung koroner di masa depan, kabut asap yang masuk ke dalam tubuh juga berdampak pada paru. Seseorang yang terpapar kabut asap, terutama dalam waktu lama dan cukup sering, memiliki risiko terkena kanker paru yang lebih tinggi.

Setiap orang memiliki risiko yang sama, meskipun ia bukan seorang perokok. Hal ini dikarenakan kabut asap memiliki partikel yang beraneka ragam dan bisa memicu munculnya kanker pada paru.

6. Peradangan pada kulit

Dampak lain yang sebenarnya cukup serius dan perlu diwaspadai yang muncul karena paparan kabut asap adalah peradangan pada kulit. Ya, tidak hanya gangguan pada organ dalam saja, kabut asap juga bisa menimbulkan masalah pada jaringan kulit.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa paparan kabut asap memiliki dampak yang tidak bisa dianggap remeh pada kulit bagian luar. Pasalnya, seseorang yang terpapar kabut asap, terutama dalam kurun waktu lama dan tidak ada tindakan, memiliki risiko penuaan dini yang lebih tinggi.

Tidak hanya itu, kabut asap juga akan memperburuk psoriasis, eksem dan lainnya. Seseorang dengan kulit yang terlanjur sensitif pun memiliki risiko terkena gangguan jerawat yang cenderung lebih tinggi.

Hanya saja, dampak kabut asap pada kulit memang cenderung berbeda setiap individu. Bayi, anak-anak dan lansia adalah mereka yang memiliki risiko lebih tinggi karena daya tahan yang tidak stabil.

Beberapa hal di atas adalah dampak buruk yang bisa muncul dikarenakan paparan kabut asap. Oleh karenanya, demi mencegah terjadinya dampak buruk tersebut, Anda perlu melakukan tindakan pencegahan dengan lebih optimal.

BACA JUGA :   Perkembangan Janin Usia Tiga Bulan

Air Purifier Drew Care, Solusi Tepat Mencegah Dampak Kabut Asap

Memang, dampak kabut asap bisa dicegah dengan mengenakan masker, jaket lengan panjang atau kacamata setiap bepergian. Namun, pencegahan dampak buruk tersebut sebenarnya penting pula dilakukan di rumah. Ya, upaya pencegahan di rumah nantinya akan memberikan dampak positif pada kondisi kesehatan yang lebih terjaga.

Nah, terkait upaya pencegahan dampak polusi, air purifier Drew Care adalah alat yang tepat untuk digunakan. Pasalnya, alat ini memiliki kemampuan yang andal untuk memproduksi udara sejuk di dalam rumah.

Berbekal HEPA H13 filter serta UV light mode, air purifier Drew Care mampu menyaring udara dengan tingkat kebersihan hingga 99.97%. Tidak hanya itu, alat ini juga bisa membunuh virus dan mensterilkan udara di dalam rumah.

Penggunaan air purifier Drew Care juga akan membuat suhu udara di dalam rumah cenderung stabil. Anda yang baru pulang dari bepergian dan terpapar hawa panas yang mengganggu, akan mendapatkan kesejukan dan ketenangan yang optimal ketika nantinya masuk ke dalam rumah.

Produk air purifier Drew Care juga memiliki fitur timer untuk mengatur waktu penggunaan. Oleh karenanya, Anda bisa mengatur penggunaan air purifier sesuai kebutuhan untuk menghemat daya.

Jadi, tunggu apalagi, dapatkan produk air purifier terbaik dari Drew Care untuk rumah dengan udara yang lebih sejuk dan nyaman serta bebas dari paparan kabut asap demi kesehatan yang lebih terjaga. Semoga bermanfaat.

Deskripsi: air purifier bisa dijadikan opsi yang tepat untuk menjaga kualitas udara di rumah agar lebih sehat dan bebas polusi kabut asap untuk kesehatan yang lebih baik.

You May Also Like

About the Author: Herianto Fitriadi