Daftar Isi :
Kelenjar Pituitari atau disebut juga Kelenjar Hipofisis merupakan kelenjar endokrin yang berada di dasar otak yang menghasilkan banyak hormon penting bagi tubuh. Kelenjar ini sering disebut Master of Gland atau kelenjar pengendali karena mempunyai fungsi yang sangat penting. Adapun ukuran dari kelenjar ini sekitar 1,25 cm dan dengan berat 0,5 gram.
Secara struktural dan fungsional, kelenjar pituitari ini dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : Anterior, intermediate dan posterior, namun karena bagian intermediate yang sangat kecil dan memiliki fungsi yang minim juga, maka kita hanya akan membahas dua bagian lain saja, yaitu :
Adenohipofisis sendiri berasal dari Kata Adeno yang berarti kelenjar, nama ini diberikan mungkin karena adenohipofisis terdiri atas banyak jaringan epitel kelenjar. Bersamaan dengan hipotalamus, hipofisis anterior membentuk suatu sistem neuroendokrin yang terdiri atas suatu kumpulan neuron neurosekretorik yang badan selnya berada di dua kelompok di hipotalamus yaitu nukleus supraoptika dan nukleus paraventrikel. Secara struktural, sebenarnya adenohipofisis ini merupakan perpanjangan dari kelenjar hipotalamus. Hipofisis anterior sendiri memproduksi dan menghasilkan banyak hormon penting yang disekresikan ke dalam darah bila diperlukan, dan hormon–hormon tersebut adalah sebagai berikut :
Neurohipofisis atau sering disebut juga hipofisis anterior, yang merupakan bagian yang terdari dari kumpulan sel kelenjar diantara yaitu pembuluh darah kapiler yang luas. Neurohipofisis ini juga mengandung banyak akson saraf dari hipotalamus. Dan terdapat dua bagian utama dari neurohipofisis ini , yaitu sebagai berikut :
Dua hormon utama yang disekresikan oleh bagian neurohipofisis ini yaitu oksitosin dan vasopressin. Kedua hormon tersebut dibuat di hipotalamus, namun dikeluarkan melewati neurohipofisis (hipofisis posterior).
Kata oksitosin sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti kelahiran cepat, adapun fungsi dari hormon ini kebanyakan yaitu berhubungan dengan persiapan organ reproduksi dalam proses kehamilan dan menghadapi proses melahirkan pada wanita. Dan target utama hormon oksitosin pada wanita ialah sel sel otot rahim dan sel otak kelenjar mamae atau kelenjar susu. Pada pria oksitosin mempunyai fungsi yang lebih minim, yakni untuk merangsang pertumbuhan organ seksual sekunder. Selain fungsi dari segi fisik, disebutkan juga bahwa oksitosin bisa mempengaruhi perasaan seseorang, oleh karena itu hormon ini sering disebut juga sebagai hormon cinta.
Merupakan hormon yang bisa ditemukan hampir di semua mamalia. Hormon ini sering disingkat dengan VP atau disebut dengan ADH (Antidiuretik Hormon). Vasopressin juga ialah hormon peptida yang mengatur penyerapan kembali molekul yang melalui ginjal dengan mempengaruhi permeabilitas dinding tubulus ginjal. VP juga berfungsi mengatur keseimbangan antara natrium dan air pada darah maupun urin sehingga bisa mengatur volume darah atau urin dalam tubuh. Adapun Fungsi dari VP ini yaitu dapat mempengaruhi tekanan darah pada manusia.
Sekian penjelasan dari kami tentang Pengertian, Struktur dan Fungsi Kelenjar Pituitari (Hipofisis), terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat
Baca Juga >>>
MasterPendidikan.com - Sebagian besar orang mungkin masih awam dengan panel surya. Bagaimana cara kerja dan…
MasterPendidikan.com - Panduan kami ini akan membahas tentang Beberapa Penyebab Tidak Bisa Bergabung Pada Grup…
Masterpendidikan.com - Meningkatnya kebutuhan energi listrik membuat biaya untuk tagihan listrik konvensional semakin membesar. Sebagai…
Masterpendidikan.com - Cara Membuat Banyak Link Pada Profil Instagram. Apakah kamu berjualan online di Instagram,…
MasterPendidikan.com - Rem mobil menjadi komponen mobil yang penting untuk diperhatikan. Rem adalah fitur keselamatan…
MasterPendidikan.com - Umumnya kita menggunakan kwitansi sebagai alat bukti pembayaran ataupun penerimaan sejumlah uang dan…