Pengertian Paragraf Induktif

Pengertian Paragraf Induktif

Masterpendidikan.com – Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita pasti sudah mengenal yang namanya paragraf. Paragraf adalah susunan dari beberapa kalimat, yang berisi sebuah gagasan atau ide. Paragraf sendiri bisa dibedakan berdasarkan letak dari gagasan utamanya. Ada yang bernama paragraf Induktif, lalu apa Pengertian Paragraf Induktif?

Pengertian Paragraf Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Jenis paragraf induktif diawali dengan kalimat-kalimat penjelas berupa fakta, contoh, rincian, atau bukti yang kemudian disimpulkan pada kalimat akhir paragraf.

Ciri-ciri jenis paragraf induktif adalah sebagai berikut:

  • Diawali dengan penjelasan khusus.
  • Digeneralisasikan atau disimpulkan berdasarkan penjelasan khusus di akhir paragraf.
  • Kalimat utama terletak di akhir paragraf (kesimpulan).
  • Polanya khusus-khusus-khusus-umum.

Pada paragraf induktif, ada beberapa jenis yakni generalisasi, analogi, sebab akibat, dan perbandingan.

Contoh Paragraf Induktif

  1. Contoh paragraf induktif singkat
    Saat ujian semester sudah selesai, nilai semua murid dievaluasi. Ternyata, ada sebagian nilai siswa yang nilainya melebihi standar kelulusan, yakni sebanyak 13 siswa. Sedangkan 9 siswa mendapatkan nilai standar kelulusan, dan tidak ada siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata. Dengan begitu, bisa dibilang bahwa kegiatan pembelajaran pada sekolah tersebut berhasil.
  2. Contoh paragraf induktif tentang pendidikan
    Belajar dengan sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam bukanlah hal yang patut dicontoh. Apalagi kalau esok harinya adalah hari ujian. Akibat yang bisa dirasakan adalah rasa kantuk ketika sedang mengerjakan ujian. Maka itu, persiapkan diri dan mulai belajar sejak jauh-jauh hari sebelum waktu ujian tiba.
  3. Contoh paragraf induktif sebab akibat
    Rina adalah anak yang sangat baik hati. Ia selalu membantu teman-temannya yang sedang membutuhkan, seperti membantu menjelaskan pelajaran yang belum dimengerti. Tak jarang pula, Rina ikut membantu teman-temannya dalam mengejar nilai yang masih di bawah rata-rata. Selain membantu teman, Rina pun senang membantu guru-guru. Ia tak segan-segan membantu para gurunya dengan membawakan buku-buku ke kelas atau ruang guru. Oleh sebab itu, tak heran apabila semua teman sekelas bahkan guru-guru pun sangat menyukai perilaku baik Rina.
BACA JUGA :   Pengertian, Bentuk dan Contoh Cara Membuat Musikalisasi Puisi

 

You May Also Like

About the Author: admin