Bermain Peran dengan Improvisasi

Bermain Peran dengan Improvisasi

Masterpendidikan.com – Bermain Peran dengan Improvisasi – Improvisasi merupakan cara pengungkapan yang dilakukan secara spontan atau tanpa terencana terlebih dahulu, Biasanya drama yang bersifat improvisasi hanya menggunakan kerangka naskah yang menyajikan kronologi cerita. Penggunaan teknik improvisasi dalam bermain drama memerlukan kemampuan berpikir cepat dalam menciptakan karakter tokoh, dialog untuk menyambung cerita, serta membangun suasana cerita. Dengan kemampuan tersebut, seseorang yang melakukan pemeranan secara improvisasi dapat memerankan suatu tokoh dengan tepat berdasarkan urutan cerita tanpa menggunakan teks naskah. Dalam teknik ini, pemeran juga dituntut untuk dapat membuat dialog-dialog sendiri.

Bermain Peran dengan Improvisasi

Salah satu hai yang penting dan harus diperhatikan oleh calon pemeran tokoh ialah memahami ciri-ciri tokoh yang hendak diperankan. Empat hal tentang tokoh yang harus dicermati sebagai berikut.

  1. Biologis, yang mencakup jenis kelamin, umur, penampilan fisik, dan kondisi kesehatan.
  2. Sosiologis, yang mencakup pekerjaan kelas sosial, latar belakang keluarga, dan status tokoh dalam masyarakat.
  3. Psikologis, yang mencakup sifat-sifat, pandangan hidup, motivasi, dan keadaan batin secara umum.
  4. Etika, yang merujuk pada sistem nilai yang dipegang yang diambil ketika tokoh menghadapi konflik.

Selain keempat hal tersebut, seorang calon pemeran harus memahami tema naskah, makna tersembunyi, dan aspek lainnya secara keseluruhan yang memerlukan pemahaman tentang hubungan antarperan, sikap, dan emosi tiap tokoh.

Berimprovisasi berarti memainkan peran secara serta-merta atau spontan tanpa didahului dengan latihan atau persiapan. Persiapan yang dapat kamu lakukan hanyalah mengidentifikasi karakter tokoh, selanjutnya diperankan di atas pentas sesuai adegannya. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan agar pemain dapat berimprovisasi dengan baik.

BACA JUGA :   Pengertian, Ciri dan Jenis Legenda

Berimprovisasi Dengan Baik

  1. Mengekspresikan Karakter Tokoh
    Ekspresi karakter tokoh yang baik dilakukan melalui perubahan gerak-gerik wajah yang wajar sesuai dengan pikiran, perasaan, dan emosi tokoh. Selain itu, pemeran juga harus mengimajinasikan bahwa dirinya adalah tokoh yang sedang diperankan sehingga fisik, psikis, dan batin benar-benar menyatu ke dalam sosok yang diperankan.
  2. Berbicara Sesuai dengan Karakter Tokoh.
    Vokal atau suara pemain harus sesuai dengan karakter tokoh yang diperankan. Pemain harus dapat mengatur tinggi-rendahnya suara (nada), cepat-lambatnya ucapan (tempo), dan jeda (pemberhentian untuk mengatur napas). Selain itu, pemain juga harus menggunakan artikulasi yang jelas sehingga mampu menggambarkan karakter tokoh.
  3. Melakukan Gerakan Tubuh (Gesture) Sesuai dengan Alur Cerita.
    Gerakan tubuh yang dilakukan hendaknya benar-benar mencerminkan karakter tokoh secara wajar dan tidak dibuat-buat.
  4. Menjaga Kekompakan Antarpemain Pemain.
    Pemain perlu berdiskusi dengan pemeran lain untuk merancang dialog yang akan diucapkan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi dialog yang terputus secara tiba-tiba. Oleh karena itu, seorang pemain harus membiasakan diri merespons ucapan pemain lain secara cepat dan tepat.

Perlu kamu perhatikan bahwa penggunaan teknik improvisasi dalam bermain drama memerlukan kemampuan berpikir cepat dalam menciptakan karakter tokoh, dialog untuk menyambung cerita, serta membangun suasana cerita. Dengan kemampuan tersebut, seseorang yang melakukan pemeranan secara improvisasi dapat memerankan suatu tokoh dengan tepat berdasarkan urutan cerita tanpa menggunakan teks naskah. Dalam teknik ini, pemeran juga dituntut untuk dapat membuat dialog-dialog sendiri.

You May Also Like

About the Author: admin