Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri dan Jenis Hipotesis Beserta Contohnya

Posted on

Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri dan Jenis Hipotesis Beserta Contohnya – Pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang Hipotesis, dimana pembahasan kali ini meliputi Pengertian Hipotesis, Fungsi dan Jenis serta Contohnya. Apa itu Hipotesis, Apa Fungsi dan Jenis dari Hipotesis. Untuk menjawab pertanyaan tersebut silahkan simak ulasan berikut ini :

Pengertian Hipotesis (Hipotesa)

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap peristiwa yang masih bersifat praduga (belum ada kejelasan) karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri dan Jenis Hipotesis Beserta Contohnya

Hipotesis ilmiah mencoba menjelaskan jawaban sementara terhadap masalah yang akan diteliti. Hipotesis akan menjadi teruji jika setiap gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut dengan percobaan atau eksperimen. Dan Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut dengan teori.

Hipotesis merupakan kata berasal dari bahasa Yunani, yaitu : hypo = di bawah dan thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian.

Yang dalam artian, hipotesis itu merupakan suatu istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yg mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah. Dalam keseharian hipotesa sering juga disebut dengan hipotesis, dan tidak ada perbedaan makna di dalamnya.

Fungsi Hipotesis

Fungsi hipotesis yang tersusun dalam suatu rencana penelitian, setidaknya ada 4 (empat) yaitu:

  1. Hipotesis membagikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta melancarkan perluasan pengetahuan dalam suatu bidang.
  2. Hipotesis membagikan sebuah pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian.
  3. Hipotesis membagikan arah kepada penelitian
  4. Hipotesis membagikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan dari penyelidikan.

Ciri-Ciri Hipotesis (Hipotes)

Sebuah hipotesis yang baik hendaknya memiliki beberapa hal. Yang diantaranya :

  1. Hipotesis hendaknya memiliki daya penjelas
  2. Hipotesis hendaknya menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel.
  3. Hipotesis harus dapat diuji
  4. Hipotesis harus konsistesis dengan pengetahuan yang telah ada
  5. Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

Jenis-Jenis Hipotesis

  • Hipotesis Nol (Ho)

Hipotesis nol (H0) merupakan hipotesis yang menjelaskan bahwa tidak adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Yang artinya, dalam rumusan hipotesis, yang diuji ialah ketidak benaran dari variabel (X) mempengaruhi (Y). Contohnya: “tidak ada hubungan antara warna baju dengan kecerdasan mahasiswa”.

  • Hipotesis Kerja (H1)

Hipotesis Kerja (H1) merupakan hipotesis yang menjeaskan adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y) yang diteliti. Dan Hasil dari perhitungan H1 tersebut, akan digunakan sebagai dasar dalam pencarian data penelitian.

Contoh Hipotesis

Berikut ini contoh dari Hipotesa :

Jika terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat, maka seseorang bisa saja menyimpulkan atau menduga-duga berdasarkan dengan pengalaman yang dialaminya, bahwa karena langut yang gelap sebentar lagi akan turun hujan. Dan apabila ternyata beberapa saat kemudian benar terjadi hujan turun, maka dugaan itu terbukti benar. Secara ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun jika ternyata tidak turun hujan, maka hipotesis tersebut dinyatakan keliru.

Sekian ulasan dari kami tentang Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri dan Jenis Hipotesis Beserta Contohnya, terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat, jangan sungkan untuk mengirimkan kritik maupun saran kepada redaksi kami

Baca Juga >>>


Loading...