Pengertian, Struktur, dan Reaksi Karbon Monoksida Serta Peran Dalam Fisiologi Dan Makanan

Posted on

Pengertian, Struktur, dan Reaksi Karbon Monoksida Serta Peran Dalam Fisiologi Dan Makanan

Pengertian Karbon Monoksida

Dalam rumus kimia, karbon monoksida ialah gas yang tidak memiliki warna, rasa dan bau. Karbon monoksida terdiri dari satu atom yang kovalen yang berhubungan dnegan satu atom oksigen. Dalam ikatan itu, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen yang berkoordinasi antara oksigen dan karbon.

Karbon monoksida didapatkan dari hasil pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon. Umumnya hal ini terjadi pada mesin pembakaran dalam. GAs ini terbentuk apa bila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Gas ini sangat mudah untuk terbakar dan menghasilkan lidah api dengan warna biru serta karbon dioksida. Meski sifatnya beracun, gas ini memainkan peran penting dalam teknologi modern yakni sebagai prekusor dari banyak senyawa karbon.

Struktur

Molekul dalma gas ini memiliki panjang ikatan 0,1128 nm. Perbedaan muatan formal dan elektronegativitas akan saling menghilangkan sehingga terdapat momen dipol yang kecil dengan kutub negatif di atom karbon walau oksigen memiliki elektronegativitas yang lebih besar. Ini karena orbital molekul yang sudah terpenuhi paling tinggia akan memiliki energi yang lebih tinggi dengan orbital p karbon, artinya bahwa ada rapatan elektron yang lebih besar dekat karbon. Selain dari itu, elektronegativitas lebih rendah akan menghasilkan awan elektron yang baur sehingga akan menambah momen dipol.

Ini adalah alasan mengapa banyak reaksi kimia yang mengalami perlambatan karbon monoksida yang terjadi dalam atom karbon dan bukannya terjadi pada atom oksigen.

Reaksi Kimia Dasar Pada Industri (Kimia Dasar, Kimia Organik dan Kimia Golongan Utama)

– Penggunaan Industri

Karbon monoksida ialah gas industri utama yang memiliki banyak manfaat bagi produksi bahan kimia pukal atau bulk chemical. Sejumlah eldehida dengan hasil volume yang cukup tinggi daoat diproduksi dengan reaksi dari hidroformilasi dari elkena, CO dan H2.

Metanol didapatkan dari hasil produksi hidrogenasi CO. Reaksi yang berhubungan, hidrogenasi CO disertai dengan pembentukan ikatan C-C. Seperti dalam proses Fischer-Tropsch, CO akan dihidrogenasi menjadi bahan bakar hidrokarbon cair. Teknologi ini mengisinkan batu bara untuk dikonversikan menjadi ebnsin.

– Kimia Koordinasi

Mayoritas logam akan membentuk kompleks koordinai yang sifatnya kovalen terhadap karbon monoksida. Hanya logam yang mempunyai keadaan oksidasi yang leih rendah yang dapat membentuk kompleks dengan ligan karbon monoksida. Ini karena dibuthkannya perapatan elektron yang cukup untuk bisa mendapatkan fasilitas donasi dari orbital dxz logam ke orbital molekul ^ CO. Pasangan elektron yang menyendiri dari atom karbon CO juga akan menyumbangkan rapatan elektron ke dx2 – yx2 logam membentuk sebuah ikatan sigma. Pada nikel karbonil, Ni(CO)4 terbntuk dari sebuah kombinasi langusng pada karbon digunakan dalam proses pemurnian nikel pada proses Mond.

– Kimia Organik dan Kimia Golongan Utama

Dengan terdapatnya asam kuat dan air pada karbon monoksida, maka akan bereaksi dengan olefin membentuk sebuah asam karboksilat. Proses ini dikenal dengan reaksi Koch-Haaf. Pada reaksi Gattermann-Koch, arena akan diubah manjadi turunan benzaldehida dengan keberadaan A1C13 DAN hc1. Senyawa organologam seperti buntil litium akan bereaksi dengan CO namun reaksi ini jarang digunakan.

Walau CO bereaksi dengan karbokation dan karbanion namun ia relatif tidak bereaksi pada senyawa – senyawa organik tanpa mengonterbensi katalis logam.

Karbon Monoksida Di Atmosfer

Meski dianggap sebagai sebuah polutan dan telah lama ada di atmosfer sebagai hasil dari produk dari aktivitas gunung berapi. Gas ini akan dalur dalam lahar gunung berapi pada tekanan yang tinggi dalam mantel bumi. Kandungan gas ini dalam gas gunung berapi bervariasi kurang dari 0,01% hingga 2% tergantung pada gunung berapi. Karenanya sumber alami gas ini bervariasi dari tahun ke tahun, sangat sulit untuk secara akurat menghitung emisi alami gas itu.

Gas ini mempunyai efek radiatvie forcng secara tidak langsung dengan menaikkan konsntrasi metana dan ozon troposfer melalui reaksi kimia dengan konstituen atmosfer lainnya. Sebenarnya bisa menghilangkan metana dan ozon. Dengan proses yang alami di atmosfer, gas ini akhirnya akan teroksidasi menjadi karbon dioksida. Konsedntrasi gas ini mempunyai jangka waktu pendek di atmosfer.

Peran Dalam FIsiologi dan Makanan

Gas ini digunakan dalam sistem kemasan di AS, digunakan pada beberapa produk daging seperti daging babi dan kerbau. CO akan berkombinasi dengan mioglobin membentuk karboksimiologlobin lebih stabil dari ebntuk mioglobin yang dioksigen kan yakni oksimioglobin yang bisa dioksidasi menjadi pigmen coklat, metmioglobin. Warna merah yang satbil ini bisa bertahan lebih lama sehingga akan memberikan kesan segar. Kadar CO yang dipakai berkisar antara 0,4% hingga 0,5%.

Teknologi ini pertama kali diberikan status dikenal aman atau Generally recognized as safeoleh FDA pada tahun 2002 untuk pemakaian sistem kemasan sekunder. Tahun 2004 FDA mengizinkanpenggunaan gas ini untuk metode kemasan primer dan menyatakan bahwa gas ini tidak menutupi bau busuk. Meski demikian, teknologi ini masuk kontroversial di AS karenanya ketakutan akan gas ini akan menutupi bau busuk pada maknan.

Sekian penjelasan dari kami tentang Pengertian, Struktur, dan Reaksi Karbon Monoksida Serta Peran Dalam Fisiologi Dan Makanan, terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat

Baca Juga >>>


Loading...