Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina

Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina

Masterpendidikan.com – Tentu kita sering mendengar nama ibnu sina pada sebuah rumah sakit. Hampir pada semua daerah khususnya di indonesia dan luar negri berdiri sebuah rumah sakit yang bernama Ibnu sina. Untuk itu kita akan membahas mengenai Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina.

Ibnu sina merupaka seorang dokete, ilmuan dan juga filsum dari abad ke 10. Selain dengan nama ibnu sina, oleh orang eropa lebih dikenal dengan nama Avicenna.

Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina

Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina
Sejarah Rumah Sakit Ibnu Sina

Terkenal dengan penemuannya dalam bidang kesehatan, hingga saat ini nama ibnu sina terkenal dengan sebutan bapak pengobatan modern.

Seperti yang kita ketahui saat ini ibnu sina merupakan nama sebuah rumah sakit. Namun, ibnu sina sendiri adala nama seorang tokoh yang lahir di afhsona Uzbekistan.

Sebagai seorang ilmuan, dokter dan filsuf ibnu sina banyak memberikan sumbangsih pada dunia pendidikan terutama dalam bidang kesehatan. Misalnya,:

  1. Qanun fi Thib sebuah kita yang membicarakan mengenai obat-obatan (Terjemahan bebas:Aturan Pengobatan)
  2. Asy Syifa merupakan kitab ilmu pengetahuan. Memiliki bermacam-macam ilmu pengetahuan.
  3. An Najat

Semenjak kecil ibnu sina sudah memiliki keingin tahuan yang tinggi. Ia memiliki minat belajar yang jauh lebih besar dari teman sebayanya. Bahkan Ibnu sina sempat mengobati penyakit seorang raja dari Bhukara pada ia berusa hanya 18 tahun.

Menjadi Dokter sekaligus Filsafat

Selain sangat ahli dalam bidang kedokteran.Ibnu sina juga ahli dalam bidang filsafat. Buktinya ia juga meraih gelar filsuf dengan gelar asy-Syaikh ar-Rais yang artinya guru raja.

Luasnya pengetahuannya akan agama membuat ibnu sina mendapatkan gelar itu dalam bidang filsafat agama. Ia menerima gelar sebagai filsuf pada umur yang masih teritung muda.

BACA JUGA :   Pengertian Sejarah Menurut Herodotus

Sebagai Ahli Tafsir Qur’an

Sebagai seorang filsuf, ibnu sina juga banyak menyumbangkan fikirannya dalam menafsiran ayat-ayat alquran. Ia memberikan sudut pandang dari seorang filsuf ke dalam keagamaan khususnya islam.

Selama menfasir alquran, dan meneliti dalam bidang kesehatan ibnu sina selalu berkelana ke banyak daerah untuk memberikan ilmunya dan menimbah ilmu yang baru dari orang-orang hebat tiap daerah tersebut.

You May Also Like

About the Author: yudha