Cara Fermentasi Kotoran Hewan Ternak Menjadi Pupuk Tanaman

Fermentasi Kotoran Hewan Ternak Menjadi Pupuk Tanaman

Masterpendidikan.com – Sebagian petani nampaknya masih menggunakan cara instan dalam pemberian pupuk, seperti mengaplikasikan secara langsung kotoran hewam ternak tanpa terlebih dahulu melalui proses fermentasi. Padahal cara ini merupakan suatu kesalahan, karena dengan menggunakan kotoran hewan ternak yang masih segar sebagai pupuk akan membuat tanaman layu hingga dapat mengakibatkan kematian. Sehingga dengan demikian perlu kita lakukan terlebih dahulu fermentasi pada kotoran hewan ternak yang hendak dijadikan sebagai pupuk tanaman. Bagaimana caranya? Berikut ulasannya.

Pentingnya Fermentasi Kotoran

Melakukan fermentasi pada kotoran hewan ternak yang akan digunakan sebagai pupuk tanaman sangatlah penting, guna menguraikan segala bahan organic yang terkandung dalam kotoran hewan ternak tersebut. Sehingga menghasilkan sumber – sumber hara yang stabil dan tanaman pun mampu untuk menyerapnya.

Kotoran hewan ternak yang masih segar bersifat panas akibat dari kandungan ammonia yang terlalu tinggi dan inilah yang akhirnya menimbulkan daun tanaman berubah menjadi kuning ataupun kecoklatan karena terbakar ammonia yang terlalu tinggi tadi. Belum lagi, dengan kandungan bakteri pathogen yang ada pada kotoran tersebut yang bisa merusak tanaman. Oleh karena itu, fermentasi sangat penting guna membunuh segala macam parasit, bakteri hingga bahan berbahaya lainnya.

Proses Fermentasi

Dalam proses fermentasi, kotoran hewan ternak akan mengalami penguraian dan mengeluarkan panas yang mampu membunuh segala macam penyakit yang ada pada kotoran tersebut. Sehingga kotoran yang telah mengalami fermentasi akan lebih aman dari segala macam penyakit serta hama. Kamu juga bisa mengetahui ciri – ciri kotoran hewan ternak yang sudah matang dan dapat kita gunakan sebagai pupuk, adalah sebagai berikut:

BACA JUGA :   Manfaat Buah Semangka Untuk Kulit

1. Memiliki tekstur yang kering serta mudah remuk saat kita genggam.
2. Memiliki wujud yang berbeda dari aslinya dan suhunya pun lebih dingin.
3. Memiliki bau yang tidak lagi menyengat.

Alat dan Bahan Fermentasi Kotoran Hewan Ternak

Untuk melakukan fermentasi kotoran hewan ternak, kamu perlu terlebih dahulu mempersiapkan alat serta bahan yang diperlukan, yakni:

  • Satu karung kotoran hewan ternak.
  • Setengah karung kompos daun bambu.
  • 0,5 hingga 1 kg kapur dolomit.
  • 1 liter urin sapi atau kelinci.
  • 10 cc bakteri MA-11
  • 10 cc cairan gula merah.
  • 5 liter air.
  • Gembor serta karung untuk menyimpan bahan yang akan melakukan proses fermentasi.

Cara dan Proses Fermentasi

Adapun langkah – langkah dalam proses fermentasi adalah sebagai berikut:

  • Campur kotoran hewan ternak beserta kompos daun bambu, kemudian aduk hingga rata.
  • Jika sudah rata, kamu campurkan dengan kapur dolomit dan aduk kembali hingga rata.
  • Setelah itu masukkan urin, cairan gula merah serta bakteri MA-11 ke dalam air, aduk hingga rata dan diamkan selama 10 menit untuk menjadi dekomposer.
  • Selanjutnya kamu bisa mencampurkan campuran kotoran hewan ternak dan kompos daun bambu tadi kedalam karung dengan perlahan. Dan saat karung sudah penuh, kamu bisa menyiramkan dekomposer hingga basah merata.
  • Terakhir, kamu ikat karung tersebut dan letakkan pada tempat yang teduh.
  • Kamu bisa menggunakannya setelah 7 hari kemudian.

Demikian cara fermentasi kotoran hewan ternak untuk menjadi pupuk tanaman. Semoga bermanfaat dan menambah informasi untuk kita semua. Selamat mencoba.

You May Also Like

About the Author: Herianto Fitriadi