Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah

Posted on

Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah

Pengertian Erosi Tanah

Soll Erosion atua erosi tanah ialah proses penghanutan tanah dan merupakan suatu gejala alam yang sangat wajar dan akan terus berlangsung selama terdapat aliran pada permukaan tanah. Erosi akan melaju seimbang dnegan laju pembentukan tanah sehingga tanah akan mengalami peremajaan secara berkala. Erosi tanah akan berubah menjadi suatu bahaya jika porsesnya berlangsung dnegan sangat cepat dari laju penbentukan tanah tersebut. Erosi yang berlangsung dnegan sangat cepat akan menipiskan permukaan tanah bahkan pada akhirnya akan membuat bahan induk tanah seperti bebatuan dasar ke permukaan tanah.

Erosi seperti ini akan merusak daerah hulu yang terkena erosi secara langsung dan daerah hilir. Bahan erosi yang diendapkan di daerah hilir akan menyebabkan dampak buruk pada bangunan atau pada tubuh akam penyimpanan atau penyalur air sehingga akan menyebabkan pendangkalan yang akan berakibat pada kapasitas tampung atau salurannya menurun dnegan sangat cepat dan merusak lahan dan pemukiman.

Erosi juga akan menyebabkan penurunan kualitas pada lahan pertanian. Saat musim hujan dengan curah hujan yang tinggi dan terkonsentrasi pada bulan – bulan tertentu maka tingkat erosivitasnya akan sangat besar sehingga akan menjadi penyebab utama pada lahan kering di daerah tropika basah. Tanah yang hilang adalah tanah bagian atas dimana bagian tersebut adalah lapisan subur sehngga kesuburan tanah akan tampak secara nyata.

Pad atanah di daerah lereng, erosi juga menjadi sebauh persoalan yang sangat serius. Kemiringan dan panjang lereng merupakan dua unsur yang sangat berpengaruh pada lairan permukaan dan erosi. Jika kecepatan aliran meningkat maka butir – butir tanah yang tersangkut menjadi 2 kali lipat. Ketika terjadi pada tanah yang gundul maka akan menyebabkan gangguan pada aliran air dan akan menimbulkan kerusakan pada sarana dan prasarana jalan.

Metode Konservasi

Konservasi ialah sebuah cara untuk menjaga tanah agar tetap prpoduktif atau cara untuk memperbaiki tanah yang rusak karena erosi. Tiindakan ini mempunyai kriteria tertentu seperti salah satu pertimbangannya yakni nilai batas erosi yang masuh bisa diabaikan.

Terdapat tiga pemilihan teknik konservasi, yakni :

– Metode Vegetatif

Metode ini memanfaatkan tanaman sebagai pelindung tanah dari erosi, sebagai penghambat laju aliran air di permukaan, meningkatkan kandungan lengas tanah, dan perbaikan pada sifat – sifat tanah, baik itu fisik, kimia atau biologi. Tanaman atau sisa – sisa tanaman berfungsi sebagai pelindung tanah pada daya pukulan butir air hujan atau pada daya angkut air di aliran permukaan serta meningkatkan resapan air ke dlam tanah.

– Metode Mekanik

Metode ini dilakukan dnegan cara pengolahan lahan dengan menggunakan sarana fisik, seperti dengan batu atau tanah sebagai sarana pencegahan erosi pada tanah. Tujuannya untuk memperlambat aliran air pada permukaan, mengurangi peluang erosi dan menampung serta mengalirkan aliran air di permukaan.

Pengolahan tanah termasuk dalam metode ini, pengolahan tanah berfungsi untuk menciptakan sebuah keadaan tanag yang akan membuat tanaman mudah untuk tumbuh diatasnya termasuk juga pembuatan rorak dan terasiring. Tujuannya untuk menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan sebuah daerah prakaran yang baik, menghasilkan sisa tanaman dan memberantas tumbuhnya gulma atau rumput penggangggu.

Terasiring merupakan sebuah bangunan konservasi tanah dan air yang secara mekanisme dibuat untuk memperpendek dari panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dnegan cara penggalian dan pengurangan tanah melintang pada lereng. garis besarnya terasiring ialah kondisi lereng yang dibuat ertangga – tangga yang bisa digunakan pada dataran tinggi dan berfungis untuk :

  • Menambah kestabilan lereng
  • Mempermudah proses konservasi lereng
  • Memperpanjang daerah resapan air
  • Memperpendek panjang lereng atau memperkecil sudut kemiringan lereng
  • Mengurangi kecepatan aliran
  • Bisa dimanfaatkan sebagai landscaping

Jenis – jenis terasiring menurut kemiringan :

– Teras Datar
Dibuat di tanah dengan kemiringan kurang dari 3% atau datar, dibuat dengan tujuan memperbaiki pengaliran air dan pembasahan tanah. Teras ini dibuat dengan menggali tanah menurut garis tinggi dan tanah galiannya ditimbun ke tepi luar sehingga air akan tertahan dan terkumpul.

-Teras Kridit
Dibuat ditanah yang landai dnegan kemiringan 3 hingga 10 % dengan tujuan untuk mempertahankan kesuburan tanah. Dimulai dnegan membuat jalur penguat teras sejajar dengan garus\\is tinggi dan ditanami dengan tanaman seperti caliandra.

– Teras Guludan
Dibuat di tanah dengan kemiringan 10 hingga 50 % dengan tujuan untuk mencegah hilangnya lapisan tanah.

– Teras Bangku
Dibuat di lahan dengan kemiringan 10 hingga 30 % dibuat untuk mencegah erosi pada lereng yang ditanami palawija.

– Teras Individu
Dibuat di lahan denagn kemiringan lereng antara 3 hingga 50 % yang direncanakan untuk areal penanaman tanaman perkebuh\nan di daerah dengan curah hujan sedikit dan penutupan tanah yang cukup baik.

– Teras Kebun
DIbuat di lahan dnegan kemiringan lereng antara 3 hingga 50 % yang direncanakan untuk penanaman jenis tanaman perkebunan. Teras ini dibuat hanya untuk jalur tanaman seingga di areal tersebut terdapat lahan yang tidak dibuat teras dan umumnya ditutupi oleh vegetasi penutup tanah.

– Teras Saluran
Lebih dikenal dengan istilah rorak atau parit buntu yakni teknik konservasi tanah dan air yang berupa pembuatan lubang – lubang buntu yang dibuat untuk meresapkan air dan menampung sedimen dari bidang oleh.

– Teras Batu
Teras yang menggunakan batu untuk membuat dinding dengan jarak yang sesuai di sepanjang garis kontur di lahan miring.

Metode Kimia

Struktur tanah yang mantap ialah salah satu sifat tanah yang akan menentukan tingkat kepekaan tanah dari erosi. Maksud dari emtode ini dalam pencegahan erois yakni dengan memanfaatkan bahan pembenah tanah atau bahan pemantap tanah dalam hal untuk memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten pada erosi.

Bahan kimia sebagai soil conditioner mempunyia pengaruh sangat besar pada tingkat kesetabilan agregat tanah. Efeknya berjangka panjang karena senyawa itu akan tahan pada mikroba yang terdapat pada tanah. Aliran tanah dipertinggi dan erosi akan berkurang. Bahan – bahan itu akan berdampak penting untuk memperbaiki pertumbuhan tanamn – tanaman semusim di tanah liat yang berat.

Sekian penjelasan dari kami tentang Pengertian Erosi Serta Metode Konservasi Tanah, terima kasih telah menyempatkan membaca, semoga artikel yang anda baca bermanfaat

Baca Juga >>>


Loading...